Langsung ke konten utama

TETESAN TINTA KADER IKATAN ; ½ Abad IMM : Mengenal Diri Mengenal IMM



 oleh : Immawati Okki Tjandra


Sebut saja IMM (Bukan nama Samaran)
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) kini telah memasuki usia emasnya yakni 50 tahun atau sudah setengah abad. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, IMM menyatakan dengan jelas akan identitas di namanya tanpa menyamarkan sebutan dengan istilah yang dimaksudkan agar menjangkau semua kalangan. IMM memutuskan menebarkan kebermanfaatan dan nilai-nilai yang  telah diakui dan berlaku universal untuk semua kalangan tanpa harus menyamarkan nama Muhamamdiyah di identitasnya agar bisa diterima semua. Hal ini sangatlah menarik karena konsep universal tanpa menyamarkan identitas pribadi merupakan konsep berani, jelas, dan integritas. Ditengah semakin memudarnya identitas moral bangsa ini, kita dapat belajar dari penamaan IMM. Untuk dapat diterima semua kalangan, kita tidak perlu menyamarkan identitas diri kita. Kita tak perlu takut dipandang sebagai kelompok-kelompok tertentu, kita tak usah takut akan pandangan mereka yang memandang bahwa kita bukan bagian dari mereka. Yang perlu kita tampilkan adalah dengan percaya diri siapa kita dan kita mantapkan pula peran atas konsekuensi atas identitas kita. Sehingga sangat penting mengenal siapa diri kita sesungguhnya.

R.I.H. merupakan paket komplit
IMM mempunyai tri kompetensi dasar yang diupayakan untuk dimiliki oleh setiap kader IMM. Tri kompetensi dasar yang dimaksud Religiusitas, Intelektualitas dan Humanitas (R.I.H) yang juga menjadi ranah arah  gerakan IMM. Keagamaan, intelektual dan sosial semuanya menjadi ranah yang terus digali dan dikembangkan oleh masing-masing kader di IMM. Tiga bidang tersebut merupakan bidang esensial dalam pembahasan ranah gerakan. Pada umumnya organisasi mahasiswa hanya fokus bergerak dalam satu bidang saja. IMM mencoba memformulasikan dan mengembangkan 3 hal tersebut agar kader IMM tidak terjebak dalam satu kacamata saja dalam memandang sesuatu. Meski pun tidak dipungkiri ada kecondongan dalam bidang tertentu namun setidaknya kader IMM dapat menggali dan belajar serta memperbaiki kualitas diri dengan adanya tri kompetensi dasar agar dapat mengambil keputusan yang bijak.

Kader IMM ngga akan end
                Menjadi anggota atau pengurus IMM mungkin hanya beberapa tahun saja. Namun keanggotaan IMM tidaklah seperti keanggotaan organisasi pada umumnya yang berawal dan berakhir pada ritual rutinitas yang disebut pelantikan. Rantai kepengurusan IMM kalau boleh disebut itu unik dan indah. Rantai yang dibentuk itu bagaikan pohon keluarga. Karena setelah usai kepengurusan sekitar  2-3 tahun kader IMM setelah menjabat itu secara otomatis masuk dalam Jaringan alumni. IMM UNS sendiri memiliki jaringan alumni yang disebut JAIMM (jaringan alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dimana mahasiwa-mahasiswa yang dulunya pendiri IMM UNS yang bernama resmi PK IMM Ki Bagus Hadikusumo sampai pengurus yang berakhir kepengungurusannya setahun lalu terbingkai dalam JAIMM UNS yang selalu men-suport adik-adiknya yang duduk di pimpinan IMM. Sehingga value yang kita jelaskan disini adalah IMM bukan kumpulan mahasiwa yang berkumpul untuk mengejar proker-proker agar LPJ-nya diakatakan berhasil, namun IMM adalah keluarga yang diusahakan sebisa mungkin tidak akan terputus.

                IMM UNS di IMM setengah Abad
IMM UNS itu…sebuah keluarga besar yang terdiri dari mahasiswa UNS dari 9 fakultas yang berbeda (FK,FISIP,FKIP,FEB,FSSR,FMIPA,FH,FP dan FT). Dimana terdiri dari latar belakang, asal daerah, serta karakter masing-masing yang berbeda pula. Namun keluarga ini mempunyai keinginan yang sama untuk bergerak dan memperdalam ilmu dan praktek dalam hal religiusitas, intelektualitas dan humanitas yang merupakan secuil value diakui universal dari identitas asal akan  jati diri. Itulah IMM UNS, di tengah usia IMM yang setengah abad  sebagai Organisasi Pergerakan Mahasiswa berusaha tetap mempertahankan value akan identitasnya.**(oca)

Komentar

  1. RIH merupakan sebuah paket komplet tinggal bagaimana kita sebagai "kader" untuk mengaplikasikan paket tersebut dengan pengembangan.

    BalasHapus
  2. faskho https://www.youtube.com/watch?v=j9N-yWaR7dc

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan berkomentar, komentar yang tidak sesuai dengan postingan akan di hapus.

Postingan populer dari blog ini

Tuhan Inilah Proposal Hidupku

Beberapa waktu yang lalu, saya tertarik dengan resensisebuah buku berjudul Tuhan  Inilah Proposal Hidupku karya mas Jamil Azzaini terbitan gramedia, saya membaca resensi tersebut di situs pengusahamuslimdotcom. Setelah mengumpulkan uang saku untuk membeli buku tersebut bukan mendownload buku Tuhan Inilah Proposal Hidupku secara ilegal di 4shared, ziddu, atau mencari ebook dalam format pdf akhirnya saya mendapatkan buku tersebut di toko buku gramedia slamet riyadi surakarta dengan harga yang cukup mahal bagi saya yaitu Rp.45.000 untuk sebuah buku dengan tebal 99 halaman ini. Untuk sebuah workbook, saya rasa harga tersebut sangatlah pantas. Buku yang saya beli adalah buku cetakan keempat maret 2010.
Langsung saja ke inti dari tulisan ini, dimana saya mecoba untuk membuat sebuah resensi kecil tentang buku Tuhan Inilah Proposal Hidupku. Sebelum membaca buku ini, saya sarankan Anda untuk membaca buku Kubik Leadership (telah di cetak beberapa kali), DNA Sukses Mulia (Buku baru) dan Menyema…

MASTA 2013

******SEDIKIT TAPI MEMUKAU********
Ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Itulah yang sering kita dengar bila dalam sebuah perkenalan. Nah dalam bahasa Arab sering kita dengar kata “Ta’aruf” yang secara harfiah diartikan perkenalan. Sering juga kita mengerti kata ta’aruf diidentikkan dengan perkenalan antara seorang ikhwan dan akhwat bila hendak menikah. Tapi ta’aruf dalam hal ini bukanlah untuk mencari jodoh, akan tetapi  ta’aruf di sini adalah ta’aruf antara mahasiswa baru dan juga kader IMM UNS dengan Pimpinan Komisariat IMM Ki Bagus Hadikusumo UNS.

Tanggal  5 oktober 2013 tepatnya,  Pimpinan Komisariat IMM Ki Bagus Hadikusummo UNS mengadakan Masa  Ta’aruf bertempat di Pesantren Mahasiswa Muhammadiyah Tanwirul Fikr. Tidak seperti bila di universitas muhammadiyah jika mengadakan MASTA bisa berlangsung dua sampai tiga hari, di IMM UNS ini cukup sehari saja mengingat sumber daya manusia yang  tidak sebanding dengan universitas-universitas muhammadiyah. MASTA tahun ini PK IMM mengambil t…

Surga Terlalu Luas Untuk Dinikmati Sendiri

Kalaulah da'wah indah untuk dinikmati sendiri,
Tidaklah rasululllah menjadikan Abu Bakr sebagai teman hijrahnya,
Tidaklah rasulullah menjadikan Abdullah bin Abu Bakr sebagai media informasi hijrahnya,
Tidaklah rasulullah menjadikan Amir bin Fuhairah sebagai penghapus jejaknya,
Dan tidaklah Asma binti Abu Bakr mengantarkan makanan kepada rasulullah dan ayahandanya slama bersembunyi di gua Tsur PUN ia sedang hamil tua.

Derai air mata sebagai saksi perjuangan
Setetes keringat pun kan bersaksi
Betapa indahnya mereka bersama di jalan da'wah