Langsung ke konten utama

MASTA 2013

******SEDIKIT TAPI MEMUKAU********

Ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Itulah yang sering kita dengar bila dalam sebuah perkenalan. Nah dalam bahasa Arab sering kita dengar kata “Ta’aruf” yang secara harfiah diartikan perkenalan. Sering juga kita mengerti kata ta’aruf diidentikkan dengan perkenalan antara seorang ikhwan dan akhwat bila hendak menikah. Tapi ta’aruf dalam hal ini bukanlah untuk mencari jodoh, akan tetapi  ta’aruf di sini adalah ta’aruf antara mahasiswa baru dan juga kader IMM UNS dengan Pimpinan Komisariat IMM Ki Bagus Hadikusumo UNS.


Tanggal  5 oktober 2013 tepatnya,  Pimpinan Komisariat IMM Ki Bagus Hadikusummo UNS mengadakan Masa  Ta’aruf bertempat di Pesantren Mahasiswa Muhammadiyah Tanwirul Fikr. Tidak seperti bila di universitas muhammadiyah jika mengadakan MASTA bisa berlangsung dua sampai tiga hari, di IMM UNS ini cukup sehari saja mengingat sumber daya manusia yang  tidak sebanding dengan universitas-universitas muhammadiyah. MASTA tahun ini PK IMM mengambil tema “Langkah Awal Menuju Perbaikan, Mengenal Lebih Jauh Keluarga  IMM Ki Bagus Hadikusumo UNS”. Dengan tema tersebut mengharapkan para mahasiswa baru dan kader baru dapat mengambil sebuah langkah awal sebagai titik tumpu untuk berjuang mengembangkan dakwah islam dalam lingkup Universitas Sebelas Maret khususnya dan masyarakat Surakarta dan sekitarnya pada umumnya bersama IMM Ki Bagus Hadikusumo UNS. Selain itu dengan saling mengenalnya antara kader dan pimpinan serta alumni dapat memunculkan rasa keterikatan kekeluargaan yang erat.

Materi yang di sampaikan dalam Masta kali ini ada tiga yang meliputi pengenalan Muhammadiyah Surakarta oleh IMMawan Andi, Pengenalan IMM Ki Bagus Hadikusumo oleh IMMawan Fajar Kurniawan, dan IMM sebagai gerakan mahasiswa dan gerakan kader oleh IMMawan Yedi Mulya Permana selaku Ketua Cabang IMM Surakarta. Akan tetapi untuk materi kedua tidak bisa disampaikan karena pemateri berhalangan hadir sehingga hanya dua materi yang tersampaikan. Namun tidak menjadi halangan bagi pimpinan sebab pada materi sebelumnya IMMawan Andi, merupakan salah satu alumni IMM Ki Bagus Hadikusumo, selain menyampaikan materi yang menjadi tanggungjawabnya beliau juga menyampaikan sedikit banyak mengenai sejarah berdirinya dan dinamika IMM Ki Bagus Hadikusumo UNS sampai pada saat ini.


Peserta MASTA IMM Ki Bagus Hadikusumo UNS tahun ini dihadiri oleh kader-kader yang hebat. Mereka adalah mahasiswa baru, alumni Madrasah Mualimin dan Mu’alimat Muhammadiyah Yogyakarta yang telah dididik menjadi pemimpin-pemimpin persyarikatan dan masyarakat. Selain mereka hadir pula kader yang berasal dari sekolah menengah lainnya dari berbagai derah di Indonesia. Semoga kiprah mereka melalui ikatan ini dapat memberi warna tersendiri bagi dakwah kampus UNS dan warga Solo pada umumnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan Inilah Proposal Hidupku

Beberapa waktu yang lalu, saya tertarik dengan resensisebuah buku berjudul Tuhan  Inilah Proposal Hidupku karya mas Jamil Azzaini terbitan gramedia, saya membaca resensi tersebut di situs pengusahamuslimdotcom. Setelah mengumpulkan uang saku untuk membeli buku tersebut bukan mendownload buku Tuhan Inilah Proposal Hidupku secara ilegal di 4shared, ziddu, atau mencari ebook dalam format pdf akhirnya saya mendapatkan buku tersebut di toko buku gramedia slamet riyadi surakarta dengan harga yang cukup mahal bagi saya yaitu Rp.45.000 untuk sebuah buku dengan tebal 99 halaman ini. Untuk sebuah workbook, saya rasa harga tersebut sangatlah pantas. Buku yang saya beli adalah buku cetakan keempat maret 2010.
Langsung saja ke inti dari tulisan ini, dimana saya mecoba untuk membuat sebuah resensi kecil tentang buku Tuhan Inilah Proposal Hidupku. Sebelum membaca buku ini, saya sarankan Anda untuk membaca buku Kubik Leadership (telah di cetak beberapa kali), DNA Sukses Mulia (Buku baru) dan Menyema…

Surga Terlalu Luas Untuk Dinikmati Sendiri

Kalaulah da'wah indah untuk dinikmati sendiri,
Tidaklah rasululllah menjadikan Abu Bakr sebagai teman hijrahnya,
Tidaklah rasulullah menjadikan Abdullah bin Abu Bakr sebagai media informasi hijrahnya,
Tidaklah rasulullah menjadikan Amir bin Fuhairah sebagai penghapus jejaknya,
Dan tidaklah Asma binti Abu Bakr mengantarkan makanan kepada rasulullah dan ayahandanya slama bersembunyi di gua Tsur PUN ia sedang hamil tua.

Derai air mata sebagai saksi perjuangan
Setetes keringat pun kan bersaksi
Betapa indahnya mereka bersama di jalan da'wah