Langsung ke konten utama

Aksi Bersama 7 Agustus 2010

Kepada Seluruh kawan-kawan Mahasiswa dan Pemuda 

(Individu/Organisasi) di Indonesia

Landasan :
1. Kebijakan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) atau pemotongan subsidi listrik 1 Juli 2010 oleh Pemerintahan SBY-Boediono tidak ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Indonesia, namun lebih didasari pada :
a. Kebutuhan PLN untuk melakukan investasi sebesar Rp 80 Trilyun setiap tahun dan keinginan mendapatkan margin keuntungan sekitar 8% untuk berbagai kebutuhan operasional dan pengajuan kredit usaha ke Bank serta peningkatan biaya produksi yang dipicu oleh kurangnya pasokan energy primer terutama gas kepada PLN secara nasional.
b. Point a seharusnya tidak menjadi alasan kenaikan TDL ketika Industri-industri pemasok listrik ke PLN (Gas, Batubara dan Minyak) dikuasasi oleh Pemerintah di bawah kontrol masyarakat. Namun yang terjadi saat ini, 90% perusahaan-perusahaan Migas dikuasai oleh perusahaan asing didukung dengan berbagai kebijakan yang menguntungkan perusahaan asing tersebut, seperti Domestic Market Obligation (DMO) Holiday dan Fee serta Investment Credit bagi barang kapital. 

2. Kenaikan TDL memberi efek domino pada kenaikan harga barang lainnya seperti pangan, trasportasi, bahan bangunan, dsb.
3. Dampak utama dari kebijakan di atas adalah semakin bankrutnya industri dan menurunnya kesejahteraan kaum pekerja di Indonesia. Sebanyak 396 pabrik di wilayah Cimahi telah mengancam akan mengurangi jam kerja lembur dan tunjangan kepada buruhnya. Sementara kelompok UKM seperti perusahaan konveksi, warnet, percetakan, foto copy, pedagang makanan akan mengalami kebangkrutan. 
4. Mahasiswa dan Pemuda sebagai kelompok yang memiliki akses paling besar terhadap ilmu pengetahuan dibandingkan dengan sektor yang lain, mempunyai tanggung jawab atas intelektual yang mereka miliki. 
5. Dibutuhkan penyatuan kekuatan secara nasional sebagai alat untuk memperbesar kekuatan masyarakat dalam melawan dan membatalkan kebijakan yang tidak mensejahterakan masyarakat. 

Kebutuhan Mendesak :
Berdasarkan landasan di atas maka terdapat kebutuhan untuk segera melakukan pertemuan / konsolidasi serta menyatukan perlawanan terhadap kenaikan TDL dan harga-harga secara nasional.

Untuk itu, kami dari Forum Bersama Mahasiswa dan Pemuda mengajak kepada seluruh kawan-kawan untuk bersama melangkah dan menandatangani Seruan Mendesak ini sebagai salah satu langkah awal dalam memulai konsolidasi dan penyatuan perlawanan secara nasional.

Individu / Organisasi Mahasiswa Pemuda yang bersepakat untuk melakukan Aksi Serentak Nasional 7 Agustus 2010 :
1. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM)
2. Pimpinan Pusat Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Nasional
3. PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO
4. Kolektif Nasional Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN)
5. Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Sosialis (GPMS) Jakarta
6. PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
7. Liga Mahasiswa Nasional untu Demokrat (LMND)
8. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI)
9. FPPI
10. KPOP
11. Aliansi Buruh Menggugat/ABM (SBTPI, GASBURI, SPTBG, FPBJ, SBIJ, SPOI, SPKAJ, SBSI 92, FSPM)
12. SP Koja
13. SP Terminal Peti Kemas
14. SP PLN
15. HIKMAH Budhi
16. Bang Jaya
17. FPJ
18. RepDEm
19. Perempuan Mahardhika
20. PPRM
21. PPI
22. KPRM-PRD
23. PRP
24. PRD
25. KAU
26. GARDA PAPUA
27. AMP
28. PN-PII
29. SeBumi
30. DKR
31. KASBI Jakarta
32. Petisi 28
33. Balai Kebangsaan
34. KSN
35. SRMI
36. FORI
37. SPMI
38. Relawan Depok Unite

Bagi Tiap Organ Gerakan di Daerah-Daerah Mari Kita Satukan Barisan dengan melakukan Aksi Bersama 7 Agustus 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan Inilah Proposal Hidupku

Beberapa waktu yang lalu, saya tertarik dengan resensisebuah buku berjudul Tuhan  Inilah Proposal Hidupku karya mas Jamil Azzaini terbitan gramedia, saya membaca resensi tersebut di situs pengusahamuslimdotcom. Setelah mengumpulkan uang saku untuk membeli buku tersebut bukan mendownload buku Tuhan Inilah Proposal Hidupku secara ilegal di 4shared, ziddu, atau mencari ebook dalam format pdf akhirnya saya mendapatkan buku tersebut di toko buku gramedia slamet riyadi surakarta dengan harga yang cukup mahal bagi saya yaitu Rp.45.000 untuk sebuah buku dengan tebal 99 halaman ini. Untuk sebuah workbook, saya rasa harga tersebut sangatlah pantas. Buku yang saya beli adalah buku cetakan keempat maret 2010.
Langsung saja ke inti dari tulisan ini, dimana saya mecoba untuk membuat sebuah resensi kecil tentang buku Tuhan Inilah Proposal Hidupku. Sebelum membaca buku ini, saya sarankan Anda untuk membaca buku Kubik Leadership (telah di cetak beberapa kali), DNA Sukses Mulia (Buku baru) dan Menyema…

MASTA 2013

******SEDIKIT TAPI MEMUKAU********
Ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Itulah yang sering kita dengar bila dalam sebuah perkenalan. Nah dalam bahasa Arab sering kita dengar kata “Ta’aruf” yang secara harfiah diartikan perkenalan. Sering juga kita mengerti kata ta’aruf diidentikkan dengan perkenalan antara seorang ikhwan dan akhwat bila hendak menikah. Tapi ta’aruf dalam hal ini bukanlah untuk mencari jodoh, akan tetapi  ta’aruf di sini adalah ta’aruf antara mahasiswa baru dan juga kader IMM UNS dengan Pimpinan Komisariat IMM Ki Bagus Hadikusumo UNS.

Tanggal  5 oktober 2013 tepatnya,  Pimpinan Komisariat IMM Ki Bagus Hadikusummo UNS mengadakan Masa  Ta’aruf bertempat di Pesantren Mahasiswa Muhammadiyah Tanwirul Fikr. Tidak seperti bila di universitas muhammadiyah jika mengadakan MASTA bisa berlangsung dua sampai tiga hari, di IMM UNS ini cukup sehari saja mengingat sumber daya manusia yang  tidak sebanding dengan universitas-universitas muhammadiyah. MASTA tahun ini PK IMM mengambil t…

Surga Terlalu Luas Untuk Dinikmati Sendiri

Kalaulah da'wah indah untuk dinikmati sendiri,
Tidaklah rasululllah menjadikan Abu Bakr sebagai teman hijrahnya,
Tidaklah rasulullah menjadikan Abdullah bin Abu Bakr sebagai media informasi hijrahnya,
Tidaklah rasulullah menjadikan Amir bin Fuhairah sebagai penghapus jejaknya,
Dan tidaklah Asma binti Abu Bakr mengantarkan makanan kepada rasulullah dan ayahandanya slama bersembunyi di gua Tsur PUN ia sedang hamil tua.

Derai air mata sebagai saksi perjuangan
Setetes keringat pun kan bersaksi
Betapa indahnya mereka bersama di jalan da'wah